Kesalahan Umum Blogger Pemula yang Harus Dihindari (Lengkap)

Kesalahan umum saat membuat blog pertama kali yang sering dilakukan pemula dan cara menghindarinya agar blog cepat berkembang dan konsisten menghasilk
Kesalahan Umum Blogger Pemula yang Harus Dihindari (Lengkap) Ilustrasi kesalahan umum saat membuat blog pertama kali

Kesalahan Umum Saat Membuat Blog Pertama Kali

"Kesalahan umum saat membuat blog pertama kali yang sering dilakukan pemula dan cara menghindarinya agar blog cepat berkembang dan konsisten menghasilkan".

Kalau ini pertama kalinya kamu membuat blog, wajar banget kalau merasa bingung atau ragu apakah langkahmu sudah benar. Aku dulu juga begitu. Bahkan, blog pertamaku benar-benar gagal total karena aku tidak tahu apa saja kesalahan umum yang sering dilakukan pemula.

Kali ini, aku mau berbagi pengalaman pribadi dan contoh nyata mengenai kesalahan umum saat membuat blog pertama kali—beserta cara menghindarinya. Semoga artikel ini bisa menghemat waktumu dan membantu blogmu berkembang lebih cepat.

1. Memilih Niche Secara Asal-Asalan

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Banyak pemula memilih niche karena terlihat “menguntungkan”, bukan karena mereka memahami topiknya.

Akibatnya?

  • Mudah kehabisan ide
  • Tidak konsisten menulis
  • Artikel terasa hambar karena tidak dikuasai

Solusi: Pilih niche yang kamu pahami atau minati. Misal: teknologi, hobi, review barang, pendidikan, gaya hidup, keuangan pribadi, dan sebagainya. Blog akan tumbuh lebih natural kalau kamu nyaman dengan topiknya.

2. Terlalu Sibuk Mendesain Blog, Lupa Isi Konten

Aku dulu menghabiskan 3 hari hanya untuk gonta-ganti template. Bahkan pernah sampai 7 kali dalam 1 minggu! 😅 Padahal inti dari blog adalah konten, bukan desain.

Desain memang penting, tapi bukan prioritas utama.

  • Template standar pun tidak masalah
  • Yang penting: cepat, rapi, dan mobile friendly

Solusi: Atur desain dasar 1 kali, lalu fokus 90% energi ke konten.

3. Mencoba Menulis Banyak Topik Sekaligus

Pemula sering merasa ingin “memasukkan semua hal” ke blognya. Hari ini menulis parenting, besok masak, lusa teknologi.

Masalahnya, Google bingung dan pembaca pun tidak punya alasan untuk kembali.

Solusi: Mulailah dengan 1–2 topik dulu hingga blog punya identitas yang kuat.

Kata Kunci Utama: Kesalahan Umum Saat Membuat Blog Pertama Kali

Kata kunci ini digunakan secara natural di paragraf pembuka, subjudul, dan beberapa bagian lain untuk membantu SEO tanpa terkesan memaksa.

4. Tidak Melakukan Riset Kata Kunci

Ini salah satu hal yang membuat blog pemula “macet” di awal. Mau menulis apa saja harus ada dasar risetnya, supaya artikelnya punya peluang muncul di Google.

Contoh pengalaman pribadi: Waktu pertama ngeblog, aku menulis artikel tentang “Tips produktif versi aku sendiri” tanpa riset. Hasilnya? Tidak ada viewer selama 3 bulan. Setelah riset kata kunci sederhana, 1 artikel bisa mendatangkan 20–40 pengunjung per hari.

Solusi sederhana:

  • Pakai Google autocomplete
  • Pakai People Also Ask
  • Pakai keywordtool.io (gratis)

Tidak perlu rumit dan mahal.

5. Mengabaikan Halaman Penting Blog

Ini kesalahan fatal yang sering dilakukan pemula.

Blog tanpa halaman pendukung akan dianggap tidak profesional dan berisiko sulit diterima AdSense.

Halaman wajib:

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Untungnya, Blogger sudah menyediakan template Privacy Policy gratis, jadi kamu tinggal isi saja.

6. Tidak Mengoptimasi SEO Dasar

Banyak pemula langsung menyerah karena merasa SEO itu rumit. Padahal, 80% SEO dasar itu sederhana.

Contoh SEO dasar yang penting:

  • Gunakan keyword di judul
  • Tambahkan internal link
  • Gunakan gambar dengan alt text
  • Gunakan paragraf pendek
  • Gunakan heading H1–H3

Setelah itu, tinggal konsisten menulis. Google butuh waktu untuk mengenali blog baru.

7. Menulis Tanpa Struktur

Artikel pemula biasanya “loncat-loncat” karena tidak ada outline.

Solusinya simpel: buat outline sebelum menulis. Cukup tulis 5–7 poin utama yang ingin kamu jelaskan. Artikel akan terasa lebih jelas dan enak dibaca.

8. Terlalu Fokus ke Monetisasi di Awal

Banyak pemula terlalu cepat ingin daftar AdSense. Padahal, fokus utamanya harus membangun kualitas konten dan kepercayaan pembaca.

Blog yang bagus biasanya baru daftar AdSense setelah:

  • Memiliki 15–30 artikel berkualitas
  • Struktur blog rapi
  • Trafik mulai stabil

Mengejar uang dari awal justru membuat proses ngeblog terasa berat.

9. Tidak Konsisten

Ini faktor utama kenapa 80% blog pemula berhenti dalam 3 bulan pertama.

Aku pernah mengelola blog yang hanya bertahan 10 artikel karena tidak punya ritme menulis. Ketika aku mulai membuat jadwal menulis mingguan, blog lain yang aku kelola justru berkembang pesat.

Saran:

  • Posting 2–3 artikel per minggu
  • Gunakan kalender konten
  • Tulis 30 menit per hari

Konsistensi kecil lebih penting daripada motivasi besar.

10. Tidak Mempromosikan Artikel

Artikel tidak akan dibaca kalau hanya dibiarkan. Pemula sering lupa melakukan promosi.

Promosi yang efektif:

  • Facebook Group niche tertentu
  • Pinterest
  • WhatsApp status
  • Blogwalking

Promosi itu penting, tapi jangan spam ya.

Studi Kasus Singkat

Salah satu temanku membuat blog kuliner. Awalnya gagal karena menulis topik terlalu luas. Setelah fokus pada “resep masakan rumahan” dan memperbaiki SEO dasar, trafiknya naik dari 100 menjadi 2.500 kunjungan harian dalam 3 bulan.

Kuncinya hanya: fokus + konsisten.

Internal Link Rekomendasi

Kesimpulan

Membuat blog pertama kali memang tidak mudah, tapi bukan berarti harus melalui fase salah yang menyakitkan. Dengan menghindari kesalahan umum di atas, kamu bisa mempercepat pertumbuhan blog dan menghemat banyak waktu.

Yang paling penting: fokus, konsisten, dan nikmati prosesnya.

Sharing yuk

Sudah pernah mengalami salah satu dari kesalahan di atas? Atau kamu lagi membangun blog dari nol? Coba bagikan pengalamanmu di kolom komentar atau lanjut baca artikel terkait untuk membantu perjalanan ngeblogmu!